Selasa, 01 Desember 2015

Jemput aku AYAH


Ayah..
Sudah 9 bulan semenjak kepergian mu
Aku merasa separuh jiwa ku telah pergi bersama mu
Semua masih terasa mimpi bagiku
Masih teringat jelas dalam ingatan ku
Saat kita berdua saling bercanda tawa
Ayah aku rindu saat-saat itu..

Ayah, engkau memang bukan laki-laki yang punya pangkat tinggi
Dirimu hanyalah seorang pekerja lepas
Yang  tidak peduli dingin atau pun panas
Yang terpenting bagimu adalah
Engkau  bisa melihat anak dan istrimu makan makanan mewah

Dulu saat aku masih kecil
Setiap sore di hari sabtu
Aku selalu menunggu kedatangan mu di depan pintu
Menunggu sosok ayah yang sudah satu minggu merantau kenegeri orang
Aku berlari sekencang-kencangnya kearah mu
Ketika melihat dirimu turun dari angkutan umum yang engkau tumpangi
Aku berlari sambil berkata “Ayah ku pulang, ibu lihat  ayah sudah pulang, teman-teman lihatlah ayahku sudah pulang”
Kataku dengan bangga kepada teman-teman ku
Engkau lalu memelukku dan menggendongku
Engkau berkata “bagaimana kabar  mu putriku, nanti malam ayo kita makan mie ayam”
Yahh, engkau tau sekali ayah
Bahwa putri mu ini sangat suka mie ayam
Dan aku dengan rona wajah yang sangat gembira berkata
“benarkah ayah? Asyik, trimakasih ayah”.

Hingga setelah aku tumbuh menjadi sosok gadis remaja
Semua kenangan indah dimasa kecilku itu perlahan mulai berubah
Aku sudah terlalu sibuk dengan dunia baru ku
Bahkan setiap hari ku lebih banyak dihabiskan bersama teman-teman ku
Aku sudah tidak lagi menunggu mu di depan pintu

Semakin kesini sifat ku pun semakin berubah
Aku pun sudah tumbuh menjadi gadis yang dewasa
Perubahan itu kurasakan sekali ketika aku sudah duduk dibangku kuliah
Aku sudah terlalu sibuk dengan tugas-tugas ku
Hingga aku lupa untuk sekedar bertukar kabar dengan mu
Dulu aku yang menunggumu didepan pintu
Sekarang engkau lah yang selalu setia menunggu kedatangan ku
Tapi apa??
Sesampainya dirumah aku sudah lelah hingga tidak sempat untuk bercanda tawa denganmu

Ayah..
Maafkan lah putri mu ini
Aku menyesal tidak sempat merawatmu dikala sakit
Aku menyesal tidak mendengarkan perkataan mu diwaktu itu
Aku ingin mengulang kembali kenangan masa kecilku bersamamu

Sekarang semangat ku untuk kuliah sudah mulai pudar
Tujuan ku untuk kuliah hanya satu
Yaitu bisa membuat dirimu bangga dan kelak saat di wisuda aku bisa berfoto bersama dengan mu ayah..

Ayah..
Jemput lah aku..
Aku sangat merindukan mu..
Kapan engkau datang mengunjungiku??
Aku akan selalu menunggumu didepan pintu..

Salam rindu untuk mu ayah :’(




Pekanbaru, Desember 2015

3 komentar:


  1. hello im a blogger too...i found out your blog on google,its a nice blog, full of information and i like to read your article, keep work.. would you mind to visit my blog too and give some suggestion to improve my blog.. this is my blog address :
    Judi Online

    BalasHapus
  2. This is sensible information! Where else will if ind out more?? Who runs this joint too? sustain the excellent function
    DominoQQ
    Judi Bola
    Slot Online
    Ceme Online
    BCA368
    BCA368

    BalasHapus