Ayah..
Sudah 9
bulan semenjak kepergian mu
Aku merasa
separuh jiwa ku telah pergi bersama mu
Semua masih
terasa mimpi bagiku
Masih
teringat jelas dalam ingatan ku
Saat kita
berdua saling bercanda tawa
Ayah aku
rindu saat-saat itu..
Ayah, engkau
memang bukan laki-laki yang punya pangkat tinggi
Dirimu
hanyalah seorang pekerja lepas
Yang tidak peduli dingin atau pun panas
Yang
terpenting bagimu adalah
Engkau bisa melihat anak dan istrimu makan makanan
mewah
Dulu saat
aku masih kecil
Setiap sore
di hari sabtu
Aku selalu
menunggu kedatangan mu di depan pintu
Menunggu
sosok ayah yang sudah satu minggu merantau kenegeri orang
Aku berlari sekencang-kencangnya
kearah mu
Ketika
melihat dirimu turun dari angkutan umum yang engkau tumpangi
Aku berlari
sambil berkata “Ayah ku pulang, ibu lihat ayah sudah pulang, teman-teman lihatlah ayahku
sudah pulang”
Kataku dengan
bangga kepada teman-teman ku
Engkau lalu
memelukku dan menggendongku
Engkau berkata
“bagaimana kabar mu putriku, nanti
malam ayo kita makan mie ayam”
Yahh, engkau
tau sekali ayah
Bahwa putri
mu ini sangat suka mie ayam
Dan aku
dengan rona wajah yang sangat gembira berkata
“benarkah
ayah? Asyik, trimakasih ayah”.
Hingga setelah
aku tumbuh menjadi sosok gadis remaja
Semua kenangan
indah dimasa kecilku itu perlahan mulai berubah
Aku sudah
terlalu sibuk dengan dunia baru ku
Bahkan setiap
hari ku lebih banyak dihabiskan bersama teman-teman ku
Aku sudah
tidak lagi menunggu mu di depan pintu
Semakin kesini
sifat ku pun semakin berubah
Aku pun
sudah tumbuh menjadi gadis yang dewasa
Perubahan itu
kurasakan sekali ketika aku sudah duduk dibangku kuliah
Aku sudah
terlalu sibuk dengan tugas-tugas ku
Hingga aku
lupa untuk sekedar bertukar kabar dengan mu
Dulu aku
yang menunggumu didepan pintu
Sekarang engkau
lah yang selalu setia menunggu kedatangan ku
Tapi apa??
Sesampainya dirumah
aku sudah lelah hingga tidak sempat untuk bercanda tawa denganmu
Ayah..
Maafkan lah putri
mu ini
Aku menyesal
tidak sempat merawatmu dikala sakit
Aku menyesal
tidak mendengarkan perkataan mu diwaktu itu
Aku ingin
mengulang kembali kenangan masa kecilku bersamamu
Sekarang semangat
ku untuk kuliah sudah mulai pudar
Tujuan ku
untuk kuliah hanya satu
Yaitu bisa
membuat dirimu bangga dan kelak saat di wisuda aku bisa berfoto bersama dengan mu
ayah..
Ayah..
Jemput lah
aku..
Aku sangat
merindukan mu..
Kapan engkau
datang mengunjungiku??
Aku akan
selalu menunggumu didepan pintu..
Salam rindu
untuk mu ayah :’(
Pekanbaru, Desember
2015
Thanks for the good article, hope you guys want to come to my website to .
BalasHapusAgen Taruhan Judi Bola
Daftar Judi Bola Online
Cara Bermain Judi Bola
Daftar Bola Online
Daftar Agen Bola Online Terpercaya
Prediksi Bola
Live Draw HK
BalasHapushello im a blogger too...i found out your blog on google,its a nice blog, full of information and i like to read your article, keep work.. would you mind to visit my blog too and give some suggestion to improve my blog.. this is my blog address :
Judi Online
This is sensible information! Where else will if ind out more?? Who runs this joint too? sustain the excellent function
BalasHapusDominoQQ
Judi Bola
Slot Online
Ceme Online
BCA368
BCA368