Masih
teringat dengan jelas dalam ingatan ku saat pertama kali bertemu dengan dia,
pertemuan yang tanpa sengaja dan memberikan kesan yang luar biasa. Dia sudah
mencuri hati ku disaat pertama kali bertemu,entah apa yang membuat ku terkesima
kepadanya, apakah karena matanya yang indah? Bibir nya yang merah muda? Atau
tutur kata nya yang lembut bagaikan cake coklat? Entahlah.
Dia
adalah Ica wanita sederhana dan sedikit manja, aku dan ica kuliah di
Universitas yang sama tetapi berbeda jurusan,
Ica berada di jurusan Psikologi sedangkan aku berada di jurusan hukum dan
kami sama-sama masih di semester 3.
Yah
aku adalah mahasiswa semester 3 dari jurusan hukum, mahasiswa yang aktif
berkecimpung didunia organisasi dan 2 minggu lalu aku baru saja menyelesaikan
tugas sebagai perwakilan dari jurusan untuk menghadiri acara mubes mahasiswa hukum
se-Indonesia di kota kembang Bandung. Dikampus aku biasa dipanggil dengan
sebutan Ury, entah dari mana panggilan seperti itu berasal kata mereka itu
plesetan dari nama asliku Harry, tapi yang jelas aku cukup senang dipanggil
seperti itu.
Kembali
ke cerita tentang ica, aku bertemu dengan ica pada saat acara orientasi
mahasiswa. Peraturan tentang orientasi dikampusku agak berbeda dimana mahasiswa
baru melakukan masa orientasi dalam tiga tahap. Tahap pertama orientasi
Universitas, kedua Fakultas dan yang terakhir orientasi Jurusan, aah entahlah
yang jelas tubuh ku cukup down dikala itu.
Aku
bertemu ica pada saat orientasi Universitas dimana semua mahasiswa baru dari
segala jurusan bergabung. Saat itu dipagi senin sekitar pukul 6.30 kami
dikumpulkan disebuah lapangan sialnya dihari pertama aku datang terlambat dan
alhasil aku harus menerima hukuman dari para senior. Dan ternyata bukan Cuma
aku yang terlambat, ada sosok wanita dengan tinggi semampai yang berlari
tergopoh-gopoh menuju ke lapangan. Aku Cuma memperhatikannya dari kejauhan ketika dia sudah mendekat dan berada tepat
didepan mata entah kenapa jantung ini tiba-tiba berdegup kencang dan semakin kencang
dikala dia menatap mataku dan tersenyum tipis .
“maaf kak saya telat…” ucap ica sambil
mengatur nafas kepada senior.
Sungguh suara ica membuat fikiranku terbang jauh dari lapangan itu,
aku merasa suara ica bisa membuat ku tenang dan senang. Aku tidak tau apa itu
namanya yang jelas aku tidak ingin tergesa-gesa dalam mengartikan itu dengan
kata cinta. Sepanjang hari itu selama masa orientasi tak henti-hentinya aku
memperhatikan ica dari jauh, yah aku Cuma bisa memperhatikannya dari jauh.
-----------------------------------------------+++++-----------------------------------------------
Hari ini adalah hari terakhir masa orientasi dan aku masih tidak
bisa berkenalan lebih jauh lagi dengan Ica. Tidak biasa nya seperti ini kenapa
tiba-tiba keberanian ku menghilang?? Hari ini sengaja aku membawa kamera agar
bisa mengabadikan setiap momen yang ada dan tentunya agar bisa berfoto bersama
ica. Tapi yah itu, setiap kali ingin berbicara dengan nya nyali ku tiba-tiba
hilang dan aku kembali mengurungkan niat itu. Diam-dian aku mengambil foto nya
ica, sengaja duduk dibelakang agar bisa dengan mudah memotret ica tanpa
disadarinya. Dan sampai lah di jam 17.00 itu tandanya pertemuan ku dengan ica
akan berakhir dihari ini. Sungguh hari ini terasa cepat berlalu, dalam hati
selalu bertanya apakah setelah ini aku masih bisa dipertemukan dengan ica?
Entahlah kalau memang jodoh pasti kami dipertemukan kembali. Dan begitulah
caraku menghibur hati saat akan berpisah dengan ica.
Satu bulan setelah acara orientasi itu pikiran ku tentang ica
semakin tak terkontrol, setiap detik, menit, tidak terlepas dari bayang-bayang
nya. Dan sekarang aku sudah yakin bahwa ini bukan sekedar kagum saja tapi aku
sudah jatuh hati. Setiap kali merasa rindu aku lihat kembali foto-foto ica, tidak
bosan dan tidak pernah bosan aku melihat nya. Pernah aku coba mencari ke gedung
fakultasnya tapi hasilnya nihil.
Dan sampai sekarang saat aku sudah berada di semester tiga, aku
masih setia mencari keberadaan ica. Tak jarang aku sering bertanya dengan
temanku yang berada dijurusan yang sama dengan ica tapi sayang seribu sayang
tidak ada yang tau siapa itu ica. Aku sudah putus asa dan akhirnya aku mulai
mencoba untuk melupakan semua kenangan tentang aku dan ica. Sekarang baru sadar
betapa bodohnya aku tidak berani untuk bicara dengan ica dikala itu. Sungguh
penyesalan itu selalu datang nya di akhir dan oohhh DAMN!! Aku sangat
merindukan Ica.
Entah kapan dan dimana aku bisa bertemu lagi dengan nya…
Ica si pencuri hati..
Dia sudah mencuri hati ku disaat pertama kali bertemu,entah apa yang membuat ku terkesima kepadanya, apakah karena matanya yang indah wow kata-kata yang sempurna dalam menerapkannya kepada orang.
BalasHapuspastipoker