Minggu, 29 November 2015

Chapter I (Pertemuan awal dengan Ica)


     Masih teringat dengan jelas dalam ingatan ku saat pertama kali bertemu dengan dia, pertemuan yang tanpa sengaja dan memberikan kesan yang luar biasa. Dia sudah mencuri hati ku disaat pertama kali bertemu,entah apa yang membuat ku terkesima kepadanya, apakah karena matanya yang indah? Bibir nya yang merah muda? Atau tutur kata nya yang lembut bagaikan cake coklat? Entahlah.

   Dia adalah Ica wanita sederhana dan sedikit manja, aku dan ica kuliah di Universitas yang sama tetapi berbeda jurusan,  Ica berada di jurusan Psikologi sedangkan aku berada di jurusan hukum dan kami sama-sama masih di semester 3.

    Yah aku adalah mahasiswa semester 3 dari jurusan hukum, mahasiswa yang aktif berkecimpung didunia organisasi dan 2 minggu lalu aku baru saja menyelesaikan tugas sebagai perwakilan dari jurusan untuk menghadiri acara mubes mahasiswa hukum se-Indonesia di kota kembang Bandung. Dikampus aku biasa dipanggil dengan sebutan Ury, entah dari mana panggilan seperti itu berasal kata mereka itu plesetan dari nama asliku Harry, tapi yang jelas aku cukup senang dipanggil seperti itu.
Kembali ke cerita tentang ica, aku bertemu dengan ica pada saat acara orientasi mahasiswa. Peraturan tentang orientasi dikampusku agak berbeda dimana mahasiswa baru melakukan masa orientasi dalam tiga tahap. Tahap pertama orientasi Universitas, kedua Fakultas dan yang terakhir orientasi Jurusan, aah entahlah yang jelas tubuh ku cukup down dikala itu.

   Aku bertemu ica pada saat orientasi Universitas dimana semua mahasiswa baru dari segala jurusan bergabung. Saat itu dipagi senin sekitar pukul 6.30 kami dikumpulkan disebuah lapangan sialnya dihari pertama aku datang terlambat dan alhasil aku harus menerima hukuman dari para senior. Dan ternyata bukan Cuma aku yang terlambat, ada sosok wanita dengan tinggi semampai yang berlari tergopoh-gopoh menuju ke lapangan. Aku Cuma memperhatikannya dari kejauhan  ketika dia sudah mendekat dan berada tepat didepan mata entah kenapa jantung ini tiba-tiba berdegup kencang dan semakin kencang dikala dia menatap mataku dan tersenyum tipis .

maaf kak saya telat…” ucap ica sambil mengatur nafas kepada senior.

    Sungguh suara ica membuat fikiranku terbang jauh dari lapangan itu, aku merasa suara ica bisa membuat ku tenang dan senang. Aku tidak tau apa itu namanya yang jelas aku tidak ingin tergesa-gesa dalam mengartikan itu dengan kata cinta. Sepanjang hari itu selama masa orientasi tak henti-hentinya aku memperhatikan ica dari jauh, yah aku Cuma bisa memperhatikannya dari jauh.

-----------------------------------------------+++++-----------------------------------------------

     Hari ini adalah hari terakhir masa orientasi dan aku masih tidak bisa berkenalan lebih jauh lagi dengan Ica. Tidak biasa nya seperti ini kenapa tiba-tiba keberanian ku menghilang?? Hari ini sengaja aku membawa kamera agar bisa mengabadikan setiap momen yang ada dan tentunya agar bisa berfoto bersama ica. Tapi yah itu, setiap kali ingin berbicara dengan nya nyali ku tiba-tiba hilang dan aku kembali mengurungkan niat itu. Diam-dian aku mengambil foto nya ica, sengaja duduk dibelakang agar bisa dengan mudah memotret ica tanpa disadarinya. Dan sampai lah di jam 17.00 itu tandanya pertemuan ku dengan ica akan berakhir dihari ini. Sungguh hari ini terasa cepat berlalu, dalam hati selalu bertanya apakah setelah ini aku masih bisa dipertemukan dengan ica? Entahlah kalau memang jodoh pasti kami dipertemukan kembali. Dan begitulah caraku menghibur hati saat akan berpisah dengan ica.

    Satu bulan setelah acara orientasi itu pikiran ku tentang ica semakin tak terkontrol, setiap detik, menit, tidak terlepas dari bayang-bayang nya. Dan sekarang aku sudah yakin bahwa ini bukan sekedar kagum saja tapi aku sudah jatuh hati. Setiap kali merasa rindu aku lihat kembali foto-foto ica, tidak bosan dan tidak pernah bosan aku melihat nya. Pernah aku coba mencari ke gedung fakultasnya tapi hasilnya nihil.
Dan sampai sekarang saat aku sudah berada di semester tiga, aku masih setia mencari keberadaan ica. Tak jarang aku sering bertanya dengan temanku yang berada dijurusan yang sama dengan ica tapi sayang seribu sayang tidak ada yang tau siapa itu ica. Aku sudah putus asa dan akhirnya aku mulai mencoba untuk melupakan semua kenangan tentang aku dan ica. Sekarang baru sadar betapa bodohnya aku tidak berani untuk bicara dengan ica dikala itu. Sungguh penyesalan itu selalu datang nya di akhir dan oohhh DAMN!! Aku sangat merindukan Ica.

Entah kapan dan dimana aku bisa bertemu lagi dengan nya…
Ica si pencuri hati..

Kamis, 26 November 2015

Kenapa harus Broadcast???


      Sampai detik ini masih banyak diantara mereka yang bertanya kenapa saya memilih untuk bergabung ke dunia broadcasting,mereka bertanya  apa yang sedang saya tuju dan apakah itu bisa membuat saya menjadi orang yang maju? Jawaban saya adalah maju atau tidak nya seseorang tidak tergantung dari jurusan apa  yang ia tekuni dibangku perkuliahan saat ini melainkan bagaimana cara seseorang tersebut menjalani, memaknai dan menghargai setiap perjalanan hidup yang ia lalui.

     Kemudian mereka bertanya lagi, sebenarnya apasih yang kamu pelajari di broadcast itu? Kamu belajar bagaimana cara BC yang baik di bbm ya?. Hahahaha  terkadang saya merasa geli-geli ngilu mendengar mereka yang selalu berkata seperti itu, entahlah.. entah bagian tubuh saya yang mana yang merasa geli mendengar nya, yang jelas saya hanya menanggapi kata-kata mereka dengan tertawa.
Tidak!! Dosen saya tidak pernah mengajarkan saya bagaimana cara BC yang baik dan benar di BBM. Bukan itu yang saya pelajari, dan mohon anda mengerti. Di broadcast banyak hal yang bisa saya pelajari, dimulai dari cara menjadi reporter yang baik, cara menjadi seorang penyiar yang baik, cara menghargai hidup, dan yahh masih banyak hal yang lainnya.

     Saya sangat suka dengan dunia broadcast, cita-cita saya dari dulu adalah jika saya tidak bisa menjadi orang yang tampil dilayar kaca, maka saya akan menjadi orang yang berpangaruh besar dibalik layar kaca. Artinya jika saya tidak bisa menjadi orang terkenal, maka saya akan menjadi seseorang yang bisa membuat orang lain terkenal. Dan sekarang saya menyadari kemungkinan saya menjadi orang yang sering muncul dilayar kaca sangat minim, oleh karena itu saya akan menjadi orang dibalik layar saja.

    Dulu ketika saya masih lucu dan lugu bahkan sampai sekarang ketika lugu nya telah hilang dan hanya menyisahkan lucunya saja, setiap menonton acara televisi yang selalu menjadi pusat perhatian saya bukanlah program acara nya, melainkan orang-orang kreatif yang sudah membuat program acara tersebut, saya selalu bertanya bagaimana cara mereka melakukan nya? Kok bisa seperti ini? Andai saya bisa bergabung dengan mereka. Yah, mungkin anda berpikir bahwa saya sudah gila, tapi percayalah itulah yang selalu terlintas dipikiran saya setiap kali menonton televisi.

     Saya menyukai hal-hal baru yang berhubungan dengan dunia broadcast, entah itu di bidang per-televisian ataupun radio. Saya senang berbicara dimuka umum, saya senang melakukan wawancara, saya senang mencari sebuah berita, dan saya bahagia jika disuruh berbicara didepan kamera layaknya seorang pembawa acara berita. Karena hal itu teman-teman dikelas selalu menyuruh saya untuk menjadi seorang pembicara, entah itu menjadi seorang reporter, moderator, dll. dan tujuan hidup saya saat ini cuma satu, yaitu mewujudkan mimpi-mimpi yang sudah saya tuliskan didalam sebuah buku harian. Semoga mimpi-mimpi itu tidak hanya sekedar mimpi belaka—


Pekanbaru, November 2015

Dengan Apa aku di kenang???


      Saya adalah wanita yang sangat suka menonton film, apapun genre nya yang penting bisa menghibur dan memiliki makna terselubung didalam nya, apalagi jika di film tersebut ada dialog-dialog yang membuat hati saya tersentak, menangis, dan bahkan tertawa.

     Dari sekian banyak film yang sudah saya tonton, ada satu judul film yang kata-katanya masih membekas bahkan menjadi renungan disetiap hari yang saya jalani. (surat kecil untuk Tuhan) yah, anda pasti pernah mendengar bahkan pernah menonton film ini entah itu bersama keluarga, kekasih atau pun sendiri. Diawal film keke (pemeran utama) berkata kurang lebih seperti ini :

     Ada yang masih ingat dengan Michael Jackson? Marilyn Monroe? Mantan presiden kita Ir.soekarno atau salah satu komedian ternama di Indonesia Olga syahputra?. Meskipun mereka sudah lama meninggalkan para penggemar nya di dunia yang fana ini, saya yakin pasti masih banyak yang mengingat dengan jelas nama-nama yang sudah saya sebutkan tadi. (kenapa? Kok bisa) mereka dingat karena karya, prestasi, dan skandal yang pernah terjadi. Mereka adalah orang-orang yang sedikit banyak telah memberikan perubahan didunia ini, entah itu dibidang musik, politik, model, dll.

    Seperti peribahasa gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan mantan nama. Nama disini banyak makna nya, salah satunya adalah karya.

     Dari kata-kata yang saya dengar itu kemudian muncul pertanyaan yang sampai saat ini jawaban nya masih dalam proses pencarian, yaitu (jikalau esok hari saya pergi, dengan apa orangtua, saudara, dan para sahabat, mengingat saya?? Sedangkan sampai detik ini saya hanyalah seorang mahasiswi biasa yang nilai IPK nya bahkan tak mencapai angka 3,95. Jikalau saya pergi sekitar 15 tahun lagi Insha Allah saya sudah memiliki sebuah prestasi yang patut untuk dibanggkan dan di ingat. Tetapi jika saya pergi esok hari, karya apa yang bisa saya berikan untuk orang-orang terkasih yang berada di sekililing saya?)

    Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kemudian memotivasi diri saya untuk menjadi kawula muda yang punya karya, entah itu dibidang sastra, kesenian, fotography, dll.  saya senang mencoba hal-hal baru yang mungkin orang lain masih terlihat ragu-ragu. Keragu-raguan orang lain dalam melakukan hal-hal baru itu menjadi cambuk bagi diri saya untuk mengambil kesempatan itu, saya tidak pernah memperdulikan apakah hal baru tersebut bisa saya kuasai atau tidak yang penting bagi saya adalah setidaknya saya sudah pernah mencoba dan tidak akan ada penyesalan jika kelak saya pergi dan meninggalkan dunia ini.

     Untuk sekarang anggaplah blog abal-abal saya ini menjadi sebuah karya yang bisa untuk dikenang, karena segala sesuatu yang terjadi dalam hidup, selalu saya tuangkan lewat tulisan kecil disini. Ingatlah saya meskipun belum bisa memberikan karya untuk anda semua. Trimakasih, anda semua akan selalu ada dihati.


Pekanbaru, November 2015