Minggu, 18 Oktober 2015
Langit Berbisik...
Langit menyimpan sejuta makna..
Yang terkadang kita sulit untuk menerka nya
Langit pagi begitu cerah
Tapi apakah itu akan bertahan lama??
Tidak!!
Bisa saja nanti ia mendung dan gelap..
Melihat langit dipagi hari adalah kesukaan ku
Setidak nya aku masih berkesempatan
Menebar senyum dan harapan
Untuk masa depan..
Melihat matahari terbit dilangit pagi
Diatas puncak gunung yang tinggi
Bersama orang terkasih…
Adalah hal yang aku idam-idamkan selama ini
Aku adalah bagian kecil
Diantara berjuta-juta umat manusia
Yang menyukai langit pagi..
Tapi kamu berbeda..
Kamu lebih menyukai langit senja..
Yaah, langit senja memang terkesan dramatis
Bahkan ada sebagian orang punya kenangan romantis disana
Langit senja pertanda telah usainya langit pagi
Langit senja menjadi penutup kisah si langit pagi
Segala sesuatu yang terjadi hari ini..
Akan kita ceritakan pada si langit malam
Dan saat langit malam mulai hening dan diam
Itu pertanda hari kita untuk sekarang telah usai..
Hai si langit senja..
Dengarlah bisikan lembut dari langit pagi
“jadilah penutup dari akhir kisahku” (bisikan langit pagi)
Pekanbaru, Oktober 2015
Sabtu, 17 Oktober 2015
#Rindu
Rindu itu sakit..
Apalagi ketika merindukan sosok yang tidak akan lagi kau temui..
Rindu itu semacam penyakit
Dan obat ampuhnya ialah pertemuan..
Lantas apa yang akan kau lakukan?
Jika sosok yang kau rindukan tidak akan muncul ke peradaban??
Masih kah kau akan tetap merindukannya??
Jawabannya...
Masih..
Masih..
Dan masih..
Karena rindu itu adalah anugrah
Rindu itu adalah pertanda bahwa kau masih punya perasaan
Rindu itu banyak bentuknya
Rindu itu tidak dilarang
Yang terlarang adalah ketika merindukan orang yang tak merindukanmu
Sakit??
Yah, sakit sekali..
Tapi apalah daya
Kita hanya bisa menahan rindu..
Tahanlah rindu itu sampai kau benar-benar bosan
Hingga akhirnya rindu yang tak terbalas itu akan hilang
Bersama rasa sayang yang ada..
Rindu sendirian itu gak asyik..
#saveRINDU
Pekanbaru, Oktober 2015
Apalagi ketika merindukan sosok yang tidak akan lagi kau temui..
Rindu itu semacam penyakit
Dan obat ampuhnya ialah pertemuan..
Lantas apa yang akan kau lakukan?
Jika sosok yang kau rindukan tidak akan muncul ke peradaban??
Masih kah kau akan tetap merindukannya??
Jawabannya...
Masih..
Masih..
Dan masih..
Karena rindu itu adalah anugrah
Rindu itu adalah pertanda bahwa kau masih punya perasaan
Rindu itu banyak bentuknya
Rindu itu tidak dilarang
Yang terlarang adalah ketika merindukan orang yang tak merindukanmu
Sakit??
Yah, sakit sekali..
Tapi apalah daya
Kita hanya bisa menahan rindu..
Tahanlah rindu itu sampai kau benar-benar bosan
Hingga akhirnya rindu yang tak terbalas itu akan hilang
Bersama rasa sayang yang ada..
Rindu sendirian itu gak asyik..
#saveRINDU
Pekanbaru, Oktober 2015
Jumat, 16 Oktober 2015
#Dilema
Siang kamis yang terik ku coba bangkitkan otot-otot tubuh agar segera beranjak dari tempat tidur dan segera menyiapkan diri untuk berangkat ke kampus. Hari ini entah kenapa malas sekali rasanya untuk kekampus, aku butuh waktu sejenak untuk menenangkan fikiran dan hati dari rutinitas dan kesibukan yang beberapa bulan ini semakin padat, bahkan untuk sekedar makan sariroti buat cacing-cacing di perut pun aku tak sempat. Tugas kuliah menumpuk, jadwal latihan untuk teater setiap sore, rapat sana rapat sini, nunggu kedatangan PA yang entah kapan akan muncul batang hidungnya di kampus, yahh seperti itulah rutinitas yang aku jalani setiap harinya.
Damn!!!! aku lupa hari ini ada jadwal rapat seluruh panitia untuk acara milad prodi. Aku ditunjuk untuk menjadi panitia acara milad prodi Ilmu Komunikasi dikampus, aku ditempatkan di divisi photograpi atau biasa disebut di pameran photo nya. Tugas ku adalah mencari orang yang punya keinginan untuk join dan nge-share karya nya ke tim kami dan juga menjalin kerja sama dengan salah satu sanggar yang ada di kampus. Dering telphone dari pagi sudah membuat telinga ku budek sebelah, bagaimana tidak semua orang sedang mencari ku dan untuk sesaat aku merasa seperti Raisa yang dering hp nya tidak pernah berhenti dan keadaan nya selalu dicari, tapi aahh sudahlah pikirku aku bukan Raisa, bukann dan tidak akan pernah menjadi seperti dia.
----###-----
Jam 14.40 WIB aku sampai diparkiran kampus, kaki ini terasa berat untuk melangkah menuju ruang kelas yang sudah pasti suasana nya sudah riuh dan berisik. Hati ku menjerit dan berkata "tidak!! aku tidak ingin kesana, ayo kita cari tempat yang hening dan jauh dari kebisingan". Aku merasa dilema antara menuruti kata hati atau kata dosen yang sebentar lagi akan masuk menuju ruang kelas. Tanpa pikir panjang aku kembali menghidupkan mesin motor dan pergi berlalu meninggalkan parkiran menuju kantin yang letaknya tidak jauh dari fakultas ku. Memang disana masih terasa bising tapi setidaknya ada wifi gratis yang bersedia membisukan keadaan sekitar dan mau menemaniku menghabiskan waktu sore sambil minum cappucino dan mendengarkan lagu (galau).
Aroma cappucino ini sungguh harum dan lembut membuat ku sontak teringat akan Dia dan Ia, ingatan ku tentang mereka semakin kuat setiap kali aku meminum cappucino seteguk demi seteguk. Hati ku semakin kacau ditambah dengan lagu yang sedang diputar di playlist ku, sambil minum sesekali aku pun menghayati lirik demi lirik lagunya dan pikiran selalu teringat kepada Dia sipencurui hati.
Airmata seperti ingin keluar dan menujukkan penampakan nya diwajah manis ku, untung saja hal itu tidak sempat terjadi ketika aku membuka handphone dan melihat ada notification bbm dari Ia yang mungkin aku pun sudah jatuh hati juga kepadanya. Dia mengatakan rindu kepadaku, entah kenapa senyum tipis mengembang dipipi ku saat membaca pesan dari nya, untuk sesaat aku lupa akan keberadaan si Dia karena pesan singkat dari Ia.
Saat kembali meneguk cappucino aku tersadar dan mengatakan kepada diri sendiri, "tidak!! aku tidak boleh seperti ini, siapa sebenarnya yang aku cintai?? siapa sebenarnya yang bisa membuat ku tersenyum malu?? siapa sebenarnya yang sudah membuat ku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia, siapa? siapa?" Dia kah lelaki yang pertama kali membuat ku jatuh hati?? atau Ia si lelaki yang sudah menghibur kegundahan hati saat ditinggalkan oleh si Dia??? Entahlah aku bingung dan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, disatu sisi aku tidak ingin kehilangan si Dia, aku ingin bersamanya aku sudah jatuh hati padanya, aku sudah melakukan segala hal yang aku bisa untuk nya, aku juga sudah menyatakan perasaan ku yang sesungguhnya, meskipun si Dia tidak merespon dan bahkan tidak pernah menghubungiku lagi, aku masih tetap setia menunggunya. Disisi lain aku juga takut kehilangan Ia, lelaki yang dengan setia menunggu ku untuk move on dari si Dia, aku merasakan cemburu saat melihat Ia dekat dengan wanita lain selain diriku, terkadang aku juga menagis saat ia bercerita tentang wanita yang saat ini ia dekati.
Entahlah saat ini hatiku dilema, aku tidak bisa membuat keputusan siapa yang benar-benar bisa membuat ku bahagia, atau jangan-jangan Dia dan Ia itu sama dengan mereka yang dulu?? siapa yang harus dipilih? jujur rasa ku lebih besar untuk si Dia, bayangkan sudah berapa lama aku memendam perasaan padanya, meskipun si Ia sudah hadir dalam hidup ku tapi hatiku masih tetap kukuh untuk bertahan untuk Dia. Aku tidak yakin perasaan ku untuk si Ia itu tergolong kemana?? sayang kah? cinta kah? atau cuma pelampiasan saja? TIDAK!! aku bukan wanita seperti itu.
Tanpa sadar cappucino sudah sampai ditegukan terakhir, jam pun sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB suasana kantin pun sudah tak seramai tadi. Aku bergegas untuk pulang, membereskan kertas-kertas yang tadi sempat aku keluarkan dari tas tidak lupa menyimpan tulisan kecil yang sempat aku tulis untuk Dia di draft blog ku.
Untuk Dia dan Ia aku tidak tau siapa yang lebih aku sukai, tapi seperti nya rasa ku masih lebih besar untuk si Dia dan untuk Ia aku minta maaf mungkin selama ini tidak terlalu memperhatikan keberadaan mu karena aku terlalu sibuk mengejar cinta yang tak pasti dari si Dia. Aku tidak akan melarang mu lagi untuk dekat dengan wanita yang saat ini sedang kamu perjuangkan itu, aku akui selama ini aku terlalu egois, satu pintaku jangan pernah berubah tetap anggap aku sebagai teman cerita mu, karena percayalah aku lebih nyaman bercerita dengan mu.
Sendiri seperti nya lebih baik daripada harus sakit hati ataupun menyakiti hati orang.
Pekanbaru, oktober 2015
Selasa, 06 Oktober 2015
Ketemu Cinta Di Dunia Maya
Entah kenapa malam ini terasa begitu sunyi, diluar rumah
sunyi, didalam rumah sunyi, handphone sunyi, bahkan hati ini pun terasa sunyi.
Ohh Tuhan ada apa ini? Tidak biasa nya aku merasakan sunyi seperti ini (mungkin
aku mulai memasuki fase kesepian, mungkin).
Detik demi detik pun berlalu, jam pun sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB dan
aku masih bingung mau ngelakuin hal apa
lagi. Sesekali cek handphone barangkali ada notification dari dia, tapi… aahh
sudah lah pikirku dia tidak mungkin nge-chat aku lagi.
Akhirnya karena bingung mau buka aplikasi apalagi, aku mutusin buat kepoin playstore kali aja ada yang jual gebetan disana.
Oooeeyee mungkin ini adalah malam keberuntungan ku, entah kenapa jaringan
bersahabat pada malam itu, internet nya super cepat dan aku jadi ketagihan
stalking aplikasi baru di playstore. Awalnya aku pengen download aplikasi buat
ngedit photo, tapi pilihan ku tertuju pada aplikasi buat perekam suara (maklum
aku suka banget nyanyi, meskipun suara ku tak seindah Raisa tapi percayalah
suaraku sama indah nya dengan suara Isyana Sarasvati). Singkat cerita aku pun
download aplikasi tersebut (nama aplikasi nya Nana Music Record , silahkan cek
di playstore bagi yang mau download #laah berasa jadi jualan aku) dan kemudian
aku memutuskan untuk tidur.
Hoaaamm Alhamdulillah aku masih diberi kesempatan untuk
menghirup udara pagi yang segar. Setelah bangun aku gosok gigi kemudian cuci
muka dan main lagi (eehh kok malah nyanyi lagunya upin ipin?? Haduuh maaf maaf
:D). Nasi goreng ternyata sudah tersedia di meja makan dan siap untuk disantap,
setelah makan aku pun kembali ngecek handphone dan lagi-lagi masih gak ada
notification dari dia. Dan oohh iya aku ingat tadi malam habis download
aplikasi baru. Aku pun membuka aplikasi tersebut dan ternyata aku harus daftar
dulu katanya kita harus bikin akun nya. Setelah berhasil log-in akupun mulai
merekam suara ku sendiri, lagu yang pertama kali aku nyanyiin adalah lagunya
clean bandit (rather be).
Aku pun mulai stalking siapa-siapa aja yang pake aplikasi
tersebut, aku pikir Cuma aku aja yang iseng-iseng download eeh ternyata banyak
juga orang Indonesia yang terjebak di aplikasi tersebut dan salah satunya
adalah Dito. Yaahh dia adalah laki-laki yang udah mencuri perhatian aku dari
awal, bukan karena wajah nya yang tampan tapi karena suara nya yang indah dan
mempesona.
Semua cover lagu yang dia bawakan aku kasih applause, dia
pun mungkin mulai penasaran dan akhirnya
follow aku. Setelah 3 hari kemudian aku pun nge-post cover lagu baru (kali ini
lagunya geisha lumpuhkan ingatan ku), dan lihat apa yang terjadi setelah itu.
Yaahh Dito ngasih komentar dipostingan ku, dan dari sanalah kedekatan kami
mulai terjalin. Entah karena malu atau segan dilihat orang akhirnya Dito beraniin diri buat minta pin bbm aku, dan tanpa pikir panjang aku pun ngasih ke
dia.
10 menit berlalu akhirnya Dito nginvite dan aku pun menerimanya, awalnya kami tidak
memutuskan untuk langsung chattingan (dalam pikiran ku mungkin dia lagi sibuk
jadi gak sempat nyapa aku duluan). Tepat jam 15.00 WIB dia nge-chat aku, dia
ngucapin selamat sore Annisa *emotsenyum* dan aku pun langsung membalas nya.
Chat kami pun berlanjut hingga tak terasa ini sudah memasuki bulan kelima kami
berkenalan. Tak cukup hanya chat saja kami juga sering telponan, skype-an, saling nge-tag di instagram dan dia juga sering baca tulisan aku di blog,
setelah baca tulisan aku dia pasti langsung telpon terus nanya (annisa itu di
blog fakta atau fiktif?) aku selalu menjawab (itu fakta Dito, aku gak bisa
nulis sesuatu yang gak aku alamin didunia nyata).
Sedikit info Dito dan aku tinggal di kota dan pulau yang
berbeda, aku tinggal di pulau sumatera tepatnya di kota Pekanbaru sedangkan
Dito tinggal di pulau Jawa tepatnya di kota Bandung. Yaahh aku memang sudah lama mengidam-idamkan
bisa berkenalan dengan orang bandung, bahkan cita-cita aku dulu ingin punya
suami orang asli bandung (gak tau kenapa menurutku orang Bandung itu
kasep-kasep pisan eeuyy *eehh).
Kembali ke cerita awal, entah kenapa aku sudah merasa nyaman
bersama Dito. Nyaman ngobrol sama dia, nyaman marah-marah sama dia, nyaman
ngambekan sama dia, nyaman curhat masalah cinta sama dia. Dan dia pun juga
merasakan hal yang sama terhadapku. Selama ini aku sudah banyak bertemu dengan
berbagai bentuk dan sifat Pria, tapi
menurutku Dito ini beda kayak ada sesuatu dari dalam dirinya yang bisa bikin
aku merasa canggung menjalani hidup kalau gak ada kabar dari nya. Aku takut
karena terlalu nyaman nanti bisa membuat aku lupa kalau kami hanya sebatas
teman dan itu suatu saat pasti bisa membuat aku terluka.
Hari ini adalah jadwal kami skype-an, yahh kami memang
ngasih jadwal kapan kami telponan, kapan skype-an dan yaahh hidup kami seperti sudah
di planning gitu. Di awal percakapan kami biasa-biasa aja, cerita masalah yang
kami hadapi di perkuliahan hari ini, ketawa-ketiwi, bercanda dll. tapi pas di
pertengahan Dito mulai bicara serius, dia mengatakan ingin menjadi seseorang
yang lebih dari sekedar teman untuk ku. Dia bahkan sempat-sempatin beli bunga
dan ngasih ke aku walaupun Cuma lewat layar kaca (tv kali ahh -__-), tapi itu sunguh terasa nyata.
Aku gak tau mau ngomong apa, terharu … iya tentu pasti aku terharu seumur-umur
aku tidak pernah dilakukan seistimewa ini. Air mata bahagia mengalir di pipiku
dan aku pun menerima cinta nya Dito dan akhirnya kami jadian pada tanggal
17 Agustus 1945 (*eehh 2015 =d).
Dan hari ini tepat 1 bulan 24 hari kami bersama menjadi
sepasang kekasih, aku bahagia bisa menjadi miliknya dan dia pun bahagia bisa
memiliki ku. Meskipun di dunia nyata kami tidak pernah bertemu bahkan aku tak
tau apakah aku diperkenankan untuk bertemu dengan nya, tapi percaya lah cinta
kami berdua bisa menembus ruang dan waktu. Tak peduli apa yang mereka katakan
tentang hubungan kami, yang jelas kami saling mencintai dan saling mempercayai
satu sama lain. Aku minta do’a bukan nya olok-olokan dari kalian teman.
Hai Dito kekasih ku, percayalah aku disini setia untuk mu
dan aku akan selalu menanti kehadiranmu. Sampai bertemu di anniversary kita
yang ke 3 bulan di Bandara sultan syarif kasim Riau. Always miss u :*
Langganan:
Komentar (Atom)