Siang kamis yang terik ku coba bangkitkan otot-otot tubuh agar segera beranjak dari tempat tidur dan segera menyiapkan diri untuk berangkat ke kampus. Hari ini entah kenapa malas sekali rasanya untuk kekampus, aku butuh waktu sejenak untuk menenangkan fikiran dan hati dari rutinitas dan kesibukan yang beberapa bulan ini semakin padat, bahkan untuk sekedar makan sariroti buat cacing-cacing di perut pun aku tak sempat. Tugas kuliah menumpuk, jadwal latihan untuk teater setiap sore, rapat sana rapat sini, nunggu kedatangan PA yang entah kapan akan muncul batang hidungnya di kampus, yahh seperti itulah rutinitas yang aku jalani setiap harinya.
Damn!!!! aku lupa hari ini ada jadwal rapat seluruh panitia untuk acara milad prodi. Aku ditunjuk untuk menjadi panitia acara milad prodi Ilmu Komunikasi dikampus, aku ditempatkan di divisi photograpi atau biasa disebut di pameran photo nya. Tugas ku adalah mencari orang yang punya keinginan untuk join dan nge-share karya nya ke tim kami dan juga menjalin kerja sama dengan salah satu sanggar yang ada di kampus. Dering telphone dari pagi sudah membuat telinga ku budek sebelah, bagaimana tidak semua orang sedang mencari ku dan untuk sesaat aku merasa seperti Raisa yang dering hp nya tidak pernah berhenti dan keadaan nya selalu dicari, tapi aahh sudahlah pikirku aku bukan Raisa, bukann dan tidak akan pernah menjadi seperti dia.
----###-----
Jam 14.40 WIB aku sampai diparkiran kampus, kaki ini terasa berat untuk melangkah menuju ruang kelas yang sudah pasti suasana nya sudah riuh dan berisik. Hati ku menjerit dan berkata "tidak!! aku tidak ingin kesana, ayo kita cari tempat yang hening dan jauh dari kebisingan". Aku merasa dilema antara menuruti kata hati atau kata dosen yang sebentar lagi akan masuk menuju ruang kelas. Tanpa pikir panjang aku kembali menghidupkan mesin motor dan pergi berlalu meninggalkan parkiran menuju kantin yang letaknya tidak jauh dari fakultas ku. Memang disana masih terasa bising tapi setidaknya ada wifi gratis yang bersedia membisukan keadaan sekitar dan mau menemaniku menghabiskan waktu sore sambil minum cappucino dan mendengarkan lagu (galau).
Aroma cappucino ini sungguh harum dan lembut membuat ku sontak teringat akan Dia dan Ia, ingatan ku tentang mereka semakin kuat setiap kali aku meminum cappucino seteguk demi seteguk. Hati ku semakin kacau ditambah dengan lagu yang sedang diputar di playlist ku, sambil minum sesekali aku pun menghayati lirik demi lirik lagunya dan pikiran selalu teringat kepada Dia sipencurui hati.
Airmata seperti ingin keluar dan menujukkan penampakan nya diwajah manis ku, untung saja hal itu tidak sempat terjadi ketika aku membuka handphone dan melihat ada notification bbm dari Ia yang mungkin aku pun sudah jatuh hati juga kepadanya. Dia mengatakan rindu kepadaku, entah kenapa senyum tipis mengembang dipipi ku saat membaca pesan dari nya, untuk sesaat aku lupa akan keberadaan si Dia karena pesan singkat dari Ia.
Saat kembali meneguk cappucino aku tersadar dan mengatakan kepada diri sendiri, "tidak!! aku tidak boleh seperti ini, siapa sebenarnya yang aku cintai?? siapa sebenarnya yang bisa membuat ku tersenyum malu?? siapa sebenarnya yang sudah membuat ku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia, siapa? siapa?" Dia kah lelaki yang pertama kali membuat ku jatuh hati?? atau Ia si lelaki yang sudah menghibur kegundahan hati saat ditinggalkan oleh si Dia??? Entahlah aku bingung dan tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, disatu sisi aku tidak ingin kehilangan si Dia, aku ingin bersamanya aku sudah jatuh hati padanya, aku sudah melakukan segala hal yang aku bisa untuk nya, aku juga sudah menyatakan perasaan ku yang sesungguhnya, meskipun si Dia tidak merespon dan bahkan tidak pernah menghubungiku lagi, aku masih tetap setia menunggunya. Disisi lain aku juga takut kehilangan Ia, lelaki yang dengan setia menunggu ku untuk move on dari si Dia, aku merasakan cemburu saat melihat Ia dekat dengan wanita lain selain diriku, terkadang aku juga menagis saat ia bercerita tentang wanita yang saat ini ia dekati.
Entahlah saat ini hatiku dilema, aku tidak bisa membuat keputusan siapa yang benar-benar bisa membuat ku bahagia, atau jangan-jangan Dia dan Ia itu sama dengan mereka yang dulu?? siapa yang harus dipilih? jujur rasa ku lebih besar untuk si Dia, bayangkan sudah berapa lama aku memendam perasaan padanya, meskipun si Ia sudah hadir dalam hidup ku tapi hatiku masih tetap kukuh untuk bertahan untuk Dia. Aku tidak yakin perasaan ku untuk si Ia itu tergolong kemana?? sayang kah? cinta kah? atau cuma pelampiasan saja? TIDAK!! aku bukan wanita seperti itu.
Tanpa sadar cappucino sudah sampai ditegukan terakhir, jam pun sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB suasana kantin pun sudah tak seramai tadi. Aku bergegas untuk pulang, membereskan kertas-kertas yang tadi sempat aku keluarkan dari tas tidak lupa menyimpan tulisan kecil yang sempat aku tulis untuk Dia di draft blog ku.
Untuk Dia dan Ia aku tidak tau siapa yang lebih aku sukai, tapi seperti nya rasa ku masih lebih besar untuk si Dia dan untuk Ia aku minta maaf mungkin selama ini tidak terlalu memperhatikan keberadaan mu karena aku terlalu sibuk mengejar cinta yang tak pasti dari si Dia. Aku tidak akan melarang mu lagi untuk dekat dengan wanita yang saat ini sedang kamu perjuangkan itu, aku akui selama ini aku terlalu egois, satu pintaku jangan pernah berubah tetap anggap aku sebagai teman cerita mu, karena percayalah aku lebih nyaman bercerita dengan mu.
Sendiri seperti nya lebih baik daripada harus sakit hati ataupun menyakiti hati orang.
Pekanbaru, oktober 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar